Terakata– Kepolisian Sektor (Polsek) Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), memberikan klarifikasi terkait video viral yang menuding adanya dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di wilayah mereka.
Dugaan tersebut disebut-sebut terjadi di Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) Desa Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.
Video berdurasi 1 menit 6 detik itu pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Mirnayanti Mirnayanti, dan sempat menghebohkan publik lantaran menyinggung dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi.
Dalam video tersebut, seorang perempuan terdengar lantang menuding adanya praktik tidak adil dalam distribusi solar di APMS setempat.
Namun, Kanit Intelkam Polsek Soropia, Aipda Hendra, SH, membantah keras tudingan itu saat dikonfirmasi Terakata, Kamis (9/10/2025).
“Wah, itu tidak betul. Jadi begini, tadi kita sudah mediasi dan mereka sudah selesai,” ujarnya.
ia menjelaskan bahwa memang pernah terjadi persoalan beberapa bulan lalu antara pihak APMS dan warga yang bersangkutan.
“Awalnya memang ada masalah beberapa bulan yang lalu. Yang membuat video itu tidak terima karena tidak diikuti maunya. Dia datang bawa barcode dari luar mau ambil BBM, tapi pemilik SPBU menegakkan aturan, boleh ambil BBM subsidi asal sesuai prosedur,” jelasnya.
Menurutnya, persoalan bermula dari miskomunikasi, hingga pihak yang membuat video tidak terima dan memaki-maki pemilik APMS.
“Ada miskomunikasi di situ, sehingga dia datang mengamuk dan memaki-maki pemilik APMS. Tapi semua sudah kita selesaikan lewat mediasi di Polsek,” ungkapnya.
Namun, kata Hendra, persoalan sempat kembali memanas karena anak pemilik APMS tidak mengetahui bahwa permasalahan tersebut sudah diselesaikan oleh pihak kepolisian.
“Anaknya pemilik APMS tidak tahu kalau sudah diselesaikan. Saat melihat mobil milik suami pembuat video masuk ke lokasi, dia kira itu orang yang telah memaki ibunya. Jadi dia marah dan sempat menendang mobil tersebut,” jelasnya.
Peristiwa itulah yang kemudian memicu reaksi balik dari pihak pembuat video, yang datang sambil merekam kejadian dan menyebarkannya ke media sosial.
“Datanglah dia marah-marah sambil rekam-rekam, jadilah video yang viral itu,” ujarnya.
Ia dengan tegas menepis tudingan adanya praktik penimbunan BBM di APMS Desa Bokori.
“Kalau informasi penimbunan BBM itu tidak benar. Setiap penyaluran selalu ada anggota Polsek dan Koramil yang mengawasi di lokasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihak yang berhak menerima BBM subsidi jenis solar adalah mereka yang memiliki kapal dengan rekomendasi dari Dinas Perikanan atau kendaraan dengan barcode resmi.
“Yang bisa dapat solar subsidi itu yang punya kapal dengan rekomendasi dari perikanan atau kendaraan yang punya barcode resmi. Kalau penimbunan, itu sama sekali tidak ada,” pungkasnya.
Penulis: Ilong
Editor: Nur









