Terakata – Manager Hotel Milenium Kendari tidak mengakui pelaku penganiayaan terhadap seorang tamu hotel adalah karyawan tetap, namun, ia menyebut bahwa pelaku hanya membantu di hotel tersebut. Rabu (19/11/2025).

Sebelumnya, seorang tamu Hotel Milenium Kendari diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang yang disebut sebagai karyawan hotel saat mengikuti kegiatan pelatihan.

Saat dikonfirmasi, Manager Hotel Milenium Kendari, Ati, mengatakan bahwa dua orang yang diduga melakukan penganiayaan tersebut hanyalah membantu bagian engineering untuk memperbaiki router.

“Masalahnya itu kan bukan karyawan saya, kalau yang memukul itu dua orang itu, itu kan kebetulan dia bantu engineering saya untuk perbaiki router di atas,” ucapnya saat dikonfirmasi Terakata.co via WhatsApp, pada Rabu (19/11/2025).

Ia juga menegaskan bahwa isu penyewaan preman dalam kasus ini tidak benar.

“Tapi untuk terkait dia sewa preman atau apa, tidak ada,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pemukulan tersebut ia ketahui hanya melalui keterangan staf, sebab dirinya tidak berada di lokasi kejadian.

“Dan pemukulan itu pun, kalau menurut kesaksian anak-anak, karena kebetulan saya juga tidak ada di tempat. Jadi saya bingung juga mau bicara klarifikasi bagaimana,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa dirinya memberdayakan warga sekitar sebagai tenaga kerja di hotel tersebut.

“Kan kebetulan saya memberdayakan karyawan saya yang rumahnya dekat dengan hotel ini,” jelasnya.

“Jadi karyawan Hotel Milenium ini adalah warga-warga yang ada di sekitaran hotel,” tambahnya.

Terkait dugaan penganiayaan, ia menegaskan bahwa berdasarkan rekaman CCTV, ia melihat yang memukul bukanlah karyawan hotel.

“Kalau masalah pemukulan saya kurang tahu, yang jelas kalau dari CCTV saya melihat bahwa bukan karyawan saya yang memukul,” tegasnya.

Ia menambahkan, menurutnya pelaku yang disebut melakukan penganiayaan merupakan orang yang membantu pekerjaan engineering, khususnya terkait router WiFi.

“Setahu saya anak ini (pelaku) yang tangani pekerjaan membantu pekerjaan engineering untuk router WiFi,” tambahnya.

Menurut pengakuan staf restoran yang ia terima, korban sempat berteriak.

“Tapi dia minta tolong sama engineering, mungkin barangkali anak ini (korban) sempat berteriak yang dipukul. Ini pengakuan mereka, ini orang dari restoran,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai langkah yang akan diambil pihak hotel terkait kejadian tersebut, ia mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu perkembangan.

“Saya menunggu dulu, karena yang memukul juga bukan karyawan saya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Saat ditemui Terakata.co, korban bernama La Ode Patri Anwar menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya, Ia mengatakan insiden bermula ketika dirinya hendak pulang usai mengikuti pelatihan.

“Kemarin selesai kita kegiatan pelatihan langsung pulang stater motor kurang lebih jam 5 sore, setelan memang motorku agak tinggi gasya, memang ini ruanganya kan tidak terlalu terbuka jadi kedengaran motorku besar suaranya,” ucapnya pada Rabu (19/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa penganiayaan berlangsung cepat, dirinya sempat ditanyai sebelum akhirnya dipukul diduga oleh karyawan hotel.

“Kejadiannya pemukulannya tadi nda sampai setengah jam, langsung mereka naik ke atas dia masuk, saya ditanya, saya jawab pertanyaannya satu orang langsung mereka memukul setelah itu langsung saya menuju ke dalam ruangan,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, korban mengaku langsung menuju Polres Kendari untuk membuat laporan.

“Mau ke polres kendari melapor,”Tutupnya.

Penulis: Ilong

Editor: Aman

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan