Terakata – Mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar kegiatan edukasi terkait penyakit Tuberculosis (TBC) di Puskesmas Labibia, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (20/5/2026) lalu.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilakukan oleh mahasiswa Kelompok 17 sebagai upaya mendukung deteksi dini penyakit menular sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat TBC secara tepat.

Dalam edukasi itu, mahasiswa menjelaskan bahwa Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan dapat menular melalui udara ketika penderita batuk atau bersin.

Foto bersama masyarakat

Mereka juga memaparkan sejumlah gejala utama TBC, seperti batuk berkepanjangan, dahak bercampur darah, penurunan nafsu makan, berat badan menurun, demam berkepanjangan, berkeringat di malam hari, sesak napas, hingga nyeri dada.

“TBC dapat menular melalui udara ketika penderita batuk atau bersin, karena itu penting untuk mengenali gejala sejak dini dan segera memeriksakan diri,” ujar mahasiswa dalam kegiatan tersebut.

Selain memberikan pemahaman mengenai gejala penyakit, mereka juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat TBC secara teratur hingga tuntas guna mendukung keberhasilan terapi.

Tata cara pencegahan TBC

“Kegiatan ini dilakukan agar dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait penggunaan obat TBC yang tepat, sehingga tercapai keberhasilan terapi dan mendukung program stop TBC di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Mereka berharap masyarakat dapat lebih waspada terhadap gejala TBC dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami tanda-tanda penyakit tersebut.

“Bagi penderita TBC, kepatuhan dalam mengonsumsi obat secara teratur hingga tuntas menjadi kunci utama kesembuhan,” kata mereka.

Para mahasiswa juga menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam mencegah penyebaran TBC di lingkungan masyarakat.

“Dengan kesadaran dan tindakan bersama, penularan TBC dapat dihentikan dan kesehatan masyarakat dapat terjaga,”Pungkasnya.

Diketahui, kegiatan edukasi tersebut diikuti sekitar 20 orang masyarakat dan dilaksanakan oleh lima mahasiswa Kelompok 17 Program Studi Profesi Apoteker UHO.

Penulis: Ilong

Editor: Aman

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan